Review Jurnal

 

PERANCANGAN TRAFFIC SPIKES OTOMATIS TYPE SURFACED MOUNTED BERBASIS MICROCONTROLLER ARDUINO UNO DAN SENSOR ID CARD

 

A.      Latar Belakang

Traffic spike adalah alat atau alat yang digunakan untuk melubangi ban kendaraan untuk menghalangi atau menghentikan pergerakan kendaraan roda. Pada penelitian ini, untuk memenuhi kebutuhan puncak lalu lintas, dikembangkan sistem kendali puncak lalu lintas otomatis berbasis mikrokontroler Arduino uno dengan kartu ID sensor (ID) . Dalam konstruksi, paku lalu lintas berbentuk lereng dengan 8 bilah (Surface-Mounted

Traffic Spikes) yang digunakan untuk menembus ban kendaraan didirikan pada posisi 900 dan dipasang pada mobil dan berbentuk bilah untuk pengujian beban. Suatu alat dinyatakan lulus uji jika mampu menahan beban yang dibutuhkan. Dimensi puncak lalu lintas yang dihasilkan adalah panjang 1000 mm, lebar 610 mm dan tinggi 100 mm. Hasil perancangan untuk komponen Traffic Peak adalah desain rangka, desain penutup rangka, desain poros, desain pisau spike , desain blok bantal dan desain tiang. Hasil Simulasi dari rancangan yang dibuat adalah proses dibuat displacement memiliki beban minimal yang terdiri sebesar 1000e – 030 mm dan bebanmaksimal yang dapat diterima sebesar 3.954e – 000 mm, stress memiliki beban minimal yang dapat diterima sebesar 1.005e + 003 N.m-2 dan tekanan maksimal yang dapat diterima sebesar 3.411e – 009 dan beban maksimalnya 9.278e-004.

B.      Penjelasan  rancangan/ blog diagram alat

 

Road spike system yang dikembangkan dapat mengatasi masalah kemacetan dan antrian di

tempat parkir (Bhansali, 2015). Paku jalan dirancang untuk menyebabkan merobek ban jika kendaraan melaju ke arah yang berlawanan atau jika memasuki area khusus. Puncak lalu lintas

dirancang untuk menangani volume kendaraan tempat parkir. Lonjakan lalu lintas dapat merusak ban kendaraan jika tidak diberikan akses atau izin memasuki area yang dilalui kendaraan tersebut (Udenia & Bhati, 2014). Berkenaan dengan pengembangan metode parker , untuk dapat menemukan kendaraan di tempat parkir menggunakan program , metode dikembangkan dengan menggunakan holding area atau ruang parkir kendaraan di halaman yang luas dan tempat parkir kendaraan . Secara bertahap digunakan di tempat parkir. Pengawasan kendaraan dipantau oleh CCTV. Namun metode ini ternyata jarang digunankan pada lokasi yang berada di ruangan tertutup, hal ini disebakan keterbatasan cahaya (Zulkarnain &

Julian, 2017).                        

 

                C.      Tujuan atau Fungsi secara keseluruhan dari alat yang dirancang

 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan lonjakan lalu lintas permukaan otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno dengan sensor kartu ID. Manfaat dari kajian adalah untuk memahami sistem perancangan lalu lintas puncak otomatis yang menggunakan program Arduino

dan kartu sensor ID untuk parkir roda 2 dan 4.

D.      Fungsi dari masing-masing sensor yang digunakan serta masalah yang diselesaikan dari alat tersebut.

 

a.       Arduino Uno

Cara kerja perangkat arduino berdasarkan 2 langkah yaitu pemilihan komponen dan kode pemograman. Arduino dilengkapi freewar “Arduino.exe”. lambang kode C dalam arduino untuk menulis kode pemograman di area freeware arduino. Kode dalam pemograman arduino dimulai dari mengimport semua data ke item utama program dan akan di terima oleh microcontroller arduino dan model sensor (Sidiket al., 2015). Untuk menjalankan mikrokontroler arduino uno dibutuhkan sketch yang di susun pada bagian software Arduino ID, yang merupakan proses mikro single-board yang bersifat open source, datang dari kabel platfrorm, dan di desain agar menyederhanakan program elektronik sesuai kebutuhan, software arduino dilengkapi prosesor Atmel AVR dan memiliki bahasa pemograman C++ yang sederhana sehingga arduino mudah dipelajari oleh Pemula.

 

b. Mikrocontroler atmega 328

Kegunaan mikrokontroller atmega 328 bisa dikatakan salah satu computer kecil yang mempunyai sati IC dan di dalam ic tersebut terdapat beberapa bagian yaitu; RTC, timer, CPU, memori card, lcd, motor servo, port input/output, analog to digital converter (ADC), dan seven segmen. ATMega328 memiliki 3 macam PORT inti adalah PORTB, PORTC, dan PORTD dengan total pin input/output berjumlah 23 pin. Atmega 328 merupakan microcontroller keluaran Atmel yang salah satu bagian dari AVR 8-bit. Mikrokontroler memiliki kapasitas penyimpanan32 Kb (32.768), memori (RAM) 2 Kb(2.048bytes), dan EEPROM (non volatile memori) sebesar 1024 bytes yang memiliki kecepatan max 20MHz.

 

c. SOFTWARE DEFINED NETWORKING

(SDN)

 Software Defined Network (SDN) merupakan bagian dari rancangan/patron baru yang memberikan kemudahan kepada pengguna dalam mendesain, membangun dan mengelola jaringan komputer. SDN menyediakan pengelolaan distribusi jaringan terpusat (centralized) agar layanan jaringan menjadi lebih efisien, otomatis, dan cepat. Controller jaringan lebih bersifat software sehingga lebih fleksibel untuk dikonfigurasikan dan mekanisme jaraingan (forwarder) menjadi lebih mudah dikontrol.

 

d.      RFID

 RFID (Radio Frequency Identification) merupakan hasil dari perkembangan teknologi nirkabel (wireless) yang digunakan sebagai pengganti teknologi barcode atau magnetic card yang berguna untuk menginput data jarak jauh. Sistem teknologi ini bekerja dengan fungsi dari aliran sinyal radio sehingga dapat mengidentifikasi suatu objek berupa piranti kecil yang disebut tag atau transponder (transmitter + responder). RFID tag memiliki 2 sistem yaitu RFID tag aktif dan pasif. Untuk tag pasif bisa digunakan tanpa harus memakai baterai sedangkan tag aktif membutuhkan baterai untuk pengoperasiannya. Tipe sistem identifikasi automatis merupakan sistem yang digunakan pada RFID dan bertujuan untuk memungkinkan data bertransisi menggunakan RFID sehingga dapat dibaca oleh reader RFID yang selanjutnya akan diproses sesuai dengan keinginan dari operasi yang digunakan. Data yang diterima sebab reader RFID merupakan bagian data yang diperoleh dari proses perpindahan data dari tag. Kemudian data yang didapat ini, berisi informasi identifikasi yang dapat digunakan untuk operasi smard card, pencarian daerah, maupun data ril memiliki pada suatu produk yang memiliki tag.

                 E.       Kesimpulan dari jurnal 

Adapun kesimpulan dari hasil perancangan alat Traffic spikes adalah sebagai berikut:

 

1. Perancangan Traffic spikes yang dihasilkan memiliki dimensi 1000 mm x 610 mm x 100 mm.

2. Hasil rancangan komponen-komponen Traffic spikes

 a. Rancangan rangka

- Panjang rangka : 1000 mm

- Lebar rangka : 610 mm

- Tinggi rangka : 100 mm

b. Rancangan penutup rangka

- Panjang penutup : 1000 mm

- Lebar penutup : 2600 mm

- Tebal penutup : 5 mm

- Jumlah lubang : 8 buah

c. Rancangan poros

- Panjang poros : 1500 mm

- Diameter poros : 38.10 mm

d. Rancangan pisau Spikes

- Panjang pisau : 140 mm

- Tebal pisau : 10 mm

- Lebar pisau : 50 mm

- Panjang pisau yang menonjol

kepermukaan : 50 mm

e. Rancangan Pillow block

- Panjang Pillow block : 184 mm

- Lebar Pillow block : 54 mm

- Tinggi Pillow block : 98 mm

- Diameter Pillow block : 38.10 mm

f. Rancangan pasak

Panjang pasak : 800 mm

Lebar pasak : 8 mm

Tinggi pasak : 8 mm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbandingan mikrokontroler Arduino Uno vs ESP32